Penanganan Pertama Diare dan Keracunan Makanan di Rumah
Pengertian
Diare dan keracunan makanan adalah masalah yang sering terjadi, Biasanya tidak berbahaya, tetapi bias membuat tubuh lemas karena kehilangan cairan.
Gejalanya:
- BAB cair lebih dari 3 kali sehari
- Perut mulas
- Kadang di sertai rasa mual , muntah
Keracunan makanan biasanya terjadi setelah makan makanan yang terkontaminasi bakteri seperti Salmonella atau Escherichia colli.
Dengan gejala seperti mual, muntah , diare, sakit perut, badan terasa lemas.
Yang harus dilakukan:
- Banyak minum ( paling penting )
Tubuh kehilangan banyak cairan saat diare, minumlah air putih, oralit, air gula + sedikit garam ( jika oralit tidak ada ), minum lah sedikit tapi sering.
- Istirahat yang cukup
Tubuh butuh waktu untuk pulih, jangan memaksa aktivitas berat
- Makan yang ringan dulu
Saat masih sakit, pilih makan yang mudah dicerna seperti: bubur, nasi putih, pisang dan roti tawar
Hindari dulu : maknan pedas, gorengan, susu dan kopi
- Bisa minum obat diare seperti loperamide , tetapi hanya untuk kondisi ringan .
- Segera ke Dokter :
Diare tidak berhenti lebih dari 3 hari, demam tinggi, ada darah dalam tinja, sangat lemas atau tanda dehidrasi, terjadi pada bayi dan orang tua.
Obat-obatan di Rumah : Hati-hati
Jangan buru-buru minum obat stop diare seperti loperamide/Imodium. Pada keracunan makanan, diare justru cara tubuh buang racun. Menahan BAB bisa bikin racun tertahan. Kecuali atas saran dokter.
Obat yang relatif aman:
- Zinc: Untuk anak, bantu percepat penyembuhan. Dosis 10-20 mg/hari selama 10 hari.
- Probiotik: Lactobacillus bisa bantu seimbangkan bakteri usus.
- Paracetamol: Jika demam/nyeri, hindari ibuprofen karena bisa iritasi lambung.
Norit/arang aktif: Boleh untuk menyerap racun jika baru keracunan 1-2 jam lalu dan belum muntah. Minum dengan banyak air.
Atur pola makan
Saat perut belum kuat, jangan dipaksa makan berat.
- Boleh dimakan :Banana = Pisang → tinggi kalium, mudah dicerna
- Rice = Nasi putih/bubur → sumber energi yang lembut
- Applesauce = Apel kukus/halus → mengandung pektin untuk padatkan feses
- Toast = Roti tawar panggang → mudah diserap
- Tambahan: Sup ayam bening tanpa lemak, kentang rebus, telur rebus.
- Hindari dulu: Makanan pedas, berlemak, santan, gorengan, sayur mentah, produk susu, pemanis buatan.
Cara mencegah
- Cuci tangan sebelum makan
- Makan – makanan yanf bersih dan matang
- Hindari makanan yang sudah basi
Referensi
-
Ikatan Dokter Anak Indonesia.(2021).Tatalaksana Diare pada anak. Jakarta: IDAI
-
World Healt Organization.(2023).Diarrhoea Disease.Diakses dari: https://www.who.Int
-
National Health Service.(2023).Diarrhoea and Vomitting.diakses dari : https://www.nhs.UK
Diare yang tidak ditangani dengan benar pada bayi, lansia, atau individu dengan imunitas rendah dapat berakibat fatal. Pastikan Anda mendapatkan diagnosa yang tepat dari ahlinya.
Mengapa Anda Harus Daftar MyCharitas Sekarang?
Dalam situasi darurat pencernaan, aplikasi MyCharitas memberikan Anda kemudahan untuk mendapatkan pertolongan medis profesional:
-
Konsultasi Spesialis Penyakit Dalam / Anak: Jika diare tidak berhenti lebih dari 3 hari atau terdapat darah/lendir pada feses, segera jadwalkan konsultasi melalui MyCharitas.
-
Layanan Gizi Klinik: Dapatkan panduan diet pemulihan yang tepat agar tubuh tidak kekurangan nutrisi dan proses penyembuhan jaringan usus lebih cepat.
-
Akses Layanan Cepat: Jika muncul tanda dehidrasi berat (sangat lemas dan mata cekung), memiliki akun MyCharitas membantu mempercepat proses pendaftaran di rumah sakit sehingga tindakan rehidrasi medis (infus) bisa segera diberikan.
"Jangan tunggu dehidrasi merenggut energi Anda. Daftar MyCharitas hari ini sebagai langkah preventif untuk perlindungan kesehatan pencernaan keluarga Anda."
Kembali